TV Persatuan Islam

Mari Wujudkan TV islam yang menyunjung tinggi semangat persatuan, semangat ukuwwah serta nilai nilainasionalisme.

TV Pendidikan dan Kreatifitas Anak

TV yang memberikan nilai pendidikan positif dan kreatif Pada Anak SebagaiCikal Generasi Penerus.

TV Solidaritas Kemanusiaan

Mengupas sisi kemanusian yang sering terkesampingkan.

Yang Memberikan hiburan Positif serat Edukasi

TV Hiburan Keluarga yang meberikan nilai Edukasi bagi semua Umur.

TV News

TV yang menyajikan berita yang akurat dan berimbang.

Tuesday

Link Produsen TV Transmissi

Link Link dibawah adalah beberapa produsen (pembuat) peralatan penyiaran yang sudah cukup terkenal dan sudah mempunyai pelanggan dimasing masing negara.
Silahkan membaca artikel tentang Merumuskan kebutuhan Peralatan lihatlah beberapa kriteria penting dalam pemilihan produk sesuai point point dalam mendesain peralatan:
Disamping pertimbangan harga lihatlah: Garansi, sukucadang,kontiniutas produk, atau dengan melihat kompetitor atau pengalaman konsumen yang pernah menggunakan sebelumnya,serta kebutuhan daya pancar untuk jarak berapa kilometer?

Silahkan Mengklik gambar untuk masuk ke website produsen TV sbb:








Untuk melakukan pengorderan dapat bekerjasama dengan PT yang sudah terbiasa dengan duni Broadcast Infrastructure dikota atau dinegara kita.


TV Digital VS TV Analog

TV DIGITAL

Teknologi TV digital dipilih karena punya banyak kelebihan dibandingkan dengan analog. Teknologi ini punya ketahanan terhadap efek interferensi, derau dan fading, serta kemudahannya untuk dilakukan proses perbaikan (recovery) terhadap sinyal yang rusak akibat proses pengiriman/transmisi sinyal.
Perbaikan akan dilakukan di bagian penerima dengan suatu kode koreksi error (error correction code) tertentu. Kelebihan lainnya adalah efisiensi di banyak hal, antara lain pada spektrum frekuensi (efisiensi bandwidth), efisiensi dalam network transmission, transmission power, maupun consumption power.

Di samping itu, TV digital menyajikan gambar dan suara yang jauh lebih stabil dan resolusi lebih tajam ketimbang analog. Hal ini dimungkinkan oleh penggunaan sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) yang tangguh dalam mengatasi efek lintas jamak (multipath). Pada sistem analog, efek lintasan jamak menimbulkan echo yang berakibat munculnya gambar ganda (seakan ada bayangan).

Kelebihan lainnya adalah ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang terjadi karena pergerakan pesawat penerima (untuk penerimaan mobile), misalnya di kendaraan yang bergerak, sehingga tidak terjadi gambar bergoyang atau berubah-ubah kualitasnya seperti pada TV analog saat ini.

Standar DVB-T dan DAB

Pemerintah telah memutuskan sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T) sebagai standar nasional Indonesia karena dari hasil uji coba yang dilakukan oleh Tim Nasional Migrasi TV dan Radio dari Analog ke Digital, teknologi DVB-T lebih unggul dan memiliki manfaat lebih dibandingkan dengan teknologi penyiaran digital lainnya.

Teknologi ini mampu memultipleks beberapa program sekaligus, di mana enam program siaran dapat ”dimasukkan” ke dalam satu kanal TV berlebar pita 8 MHz, dengan kualitas jauh lebih baik. Ibarat satu lahan, yang semula hanya dapat dimanfaatkan untuk satu rumah, dengan teknologi ini mampu dibangun enam rumah dengan kualitas bangunan jauh lebih baik dan kapasitas ruangan lebih banyak. Di samping itu, penambahan varian DVB-H (handheld) mampu menyediakan tambahan sampai enam program siaran lagi untuk penerimaan bergerak (mobile). Hal ini sangat memungkinkan bagi penambahan siaran-siaran TV baru.

Bagi industri radio, secara logis akan ditentukan penggunaan teknologi DAB (Digital Audio Broadcasting) yang dikembangkan sebagai penyeimbang teknologi DVB-T sebagaimana sudah diimplementasikan di lebih dari 40 negara, khususnya negara-negara Eropa. Teknologi DAB bila dikembangkan menggunakan teknologi Digital Multimedia Broadcasting (DMB), yaitu dengan menambahkan DMB multimedia prosesor, akan mampu menyiarkan konten gambar bergerak sebagaimana siaran TV. Hal ini telah menstimulasi para pelaku industri radio untuk mengembangkan bisnisnya dengan menambah konten berupa gambar bergerak, seperti informasi cuaca, peta jalan, video clip, dan film, sebagaimana yang terjadi di industri televisi.

Berbeda dengan industri TV yang harus secara total bermigrasi ke digital karena tuntutan perkembangan teknologi, migrasi digital dalam industri radio hanya sebuah pilihan karena teknologi radio FM dianggap sudah cukup memiliki kualitas dan efisiensi yang baik. Apalagi belum lama ini pemerintah baru selesai menata ulang alokasi frekuensi radio FM yang berkonsekuensi pada perpindahan frekuensi bagi sebagian besar operator radio dan timbulnya biaya investasi tambahan bagi operator radio tersebut. Teknologi radio FM tetap akan bertahan sampai belasan tahun ke depan.

Pertimbangan migrasi

Implementasi sistem TV digital di Eropa, Amerika, dan Jepang sudah dimulai beberapa tahun lalu.

· Di Jerman, proyek ini telah dimulai sejak tahun 2003 untuk kota Berlin dan tahun 2005 untuk Muenchen dan saat ini hampir semua kota besar di Jerman sudah bersiaran TV digital.

· Belanda telah memutuskan untuk melakukan switch off (penghentian total) siaran TV analognya sejak akhir 2007. Perancis akan menerapkan hal sama pada tahun 2010.

· Inggris sejak akhir 2005 telah melakukan uji coba mematikan beberapa siaran analog untuk menguji penghentian total sistem analog bisa dilakukan pada tahun 2012.

· Kongres Amerika Serikat telah memberikan mandat untuk menghentikan siaran TV analog secara total pada 2009, begitu pula Jepang pada 2011.

Negara-negara di kawasan Asia juga sudah mulai melakukan migrasi total. Di Singapura, TV digital diluncurkan sejak Agustus 2004 dan saat ini telah dinikmati lebih kurang 250.000 rumah. Di Malaysia, uji coba siaran TV digital juga sudah dirintis sejak 1998 dengan dukungan dana sangat besar dari pemerintah dan saat ini siarannya sudah bisa dinikmati lebih dari 2 juta rumah.

Keputusan pemerintah atas penggunaan DVB-T sebagai standar TV digital terestrial akan menjadi lokomotif terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital di Indonesia. Pilihan ini membuka peluang ketersediaan saluran siaran yang lebih banyak, yang berimplikasi dalam banyak aspek. Untuk itu, peran pemerintah menjadi sangat strategis dalam mempersiapkan pengembangan sumber daya manusia yang mampu mengisi dan menjadi pelaku industri penyiaran digital. Momentum penyiaran digital ini diharapkan dapat menjadi pemicu tumbuh dan berkembangnya kemandirian bangsa.

Peran pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika memang terlihat cukup besar. Banyak hal yang telah dilakukan, antara lain pembentukan tiga working group (WG), yaitu WG Regulasi TV Digital, WG Master Plan Frequency, dan WG Teknologi Peralatan untuk Persiapan Implementasi TV Digital. Selain itu, telah dilakukan pembentukan konsorsium uji coba TV digital, pembagian set-top box (STB) kepada perwakilan masyarakat, sampai dengan kegiatan sosialisasi ke berbagai daerah yang melibatkan beragam unsur masyarakat.

Partisipasi aktif pemerintah dalam implementasi teknologi TV digital ini menjadi penting karena migrasi ini akan menimbulkan revolusi di bidang penyiaran. Tulisan Bambang Heru Tjahjono, ketua WG Teknologi Peralatan Depkominfo di Kompas (12/9), dengan jelas mengajak pentingnya keberpihakan pemerintah dalam pengembangan industri nasional dalam implementasi TV digital ini.

Potensi

Banyak potensi industri nasional yang perlu dikembangkan dan dilibatkan untuk berpartisipasi dalam implementasi TV digital ini, seperti PT INTI, Polytron, Panggung, dan Xirka Chipset yang sudah siap dalam industri STB nasional. Begitu pula PT LEN yang telah memfokuskan diri dalam produksi perangkat transmisi. Di samping itu, ada beberapa production house (PH) yang telah siap dalam memproduksi konten berteknologi digital. Peran aktif mereka perlu disambut dan bahkan dipacu agar dapat memberikan kontribusi yang semakin konvergen menuju implementasi teknologi TV digital ini.

Pemerintah perlu memberikan semacam insentif bagi industri nasional yang ingin berpartisipasi dalam produksi perangkat TV digital agar tidak kalah bersaing dengan pelaku industri dari negara lain yang secara agresif telah masuk ke Indonesia, seperti China dan Korea. Apalagi beberapa industri nasional kita sudah siap untuk melakukan customized produknya agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, seperti penambahan fitur Electronic Program Guide (EPG) versi Indonesia, Early Warning System (EWS), fitur Interactivity yang lebih baik, dan tidak kalah penting fitur Peoples Meter yang dapat memberikan fungsi viewer rating dan Polling System yang merupakan komponen penting dalam industri siaran TV.

Fitur terakhir ini sangat penting agar industri TV kita tidak berada dalam kondisi ”terjajah” dan sangat bergantung kepada lembaga survei asing, yang akurasi hasil rating-nya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Bernardus Satriyo Dharmanto Pemerhati Konvergensi Teknologi
sumber : www.kompas.com

Membuat Team Kerja


Untuk mendirikan sebuah televisi baik yang skala lokal atau nasional dibutuhkan banyak orang dalam berbagai disiplin ilmu.
Kesemuanya ini harus bisa bekerja dalam satu teamwork yang solid, sehingga apa yang menjadi pos dan tanggung jawab masing masing bisa terwujud dalam satu tujuan bersama yaitu berdirinya televisi.



Adapun Team yang dibutuhkan dan harus terlibat aktif serta mempunyai keahlian kredibel dibidangnya dapat dibagi sebagai berikut:
1.Team Penggalangan dana dan Investor
2.Team Perumus Kebijakan yang terdiri daripada Investor dan pengurus Inti
3.Team Penentuan AD ART/ Visi dan Misi Perusahaan
4.Team Pengrusan Perizinan
5.Team Persiapan Pembuatan Gedung
6.Team Pengadaan Peralatan teknis
7.Team Installasi Hardware
*Tower dan Transmisi
*Kelistrikan
*Air Conditioning
*Computer dan Software Installasi
8.Team Pengarah Acara
9.Team Produksi
10.Team Koreografi
11.Team Dekorasi Panggung
12.Team Cameramen
13.Team Reporting
14.Team Marketing

Kesemuanya ini adalah organ inti dalam berbagai disiplin ilmu yang berkumpul dalam satu visi , keberhasilan tujuan ditentukan dari keseriusan, profesionalisme masing masing team dalam menjalankan target dan goal yang diinginkan.

Merumuskan Kebutuhan Peralatan

Pendirian sebuah pemancar televisi baik itu dengan skala nasional, lokal, tv komunitas dll memerlukan perhitungan dan perancangan awal yang matang. Unsur unsur yang terlibat didalamnya harus dirinci sedimikian mungkin agar dalam perjalanannya nati tidak terjadi lonjakan kebutuhan yang tidak diduga yang dapat menghambat rencana realisasi.
Langkah awal dalam merancang pengadaan peralatan pertelevisian adalah dengan memperhatikan dan merumuskan kebutuhan yang memperhatikan point point utama antara lain :

1.Aspek/Segi Produksi
2.Aspek/Segi Penyiaran
3.Aspek Segi Pendukung




1.Aspek/Segi Produksi

A.Menentukan rumusan program siaran yang akan ditanyangkan diantaranya :
a.Berita Terkini (News)
b.Budaya Indonesia
c.Tayangan Religy
d.Hiburan Keluarga
e.Sport atau olahraga
f.Konser/Dialog publik yang mebutuhkan ruangan dan tempat duduk yang banyak misal

B.Menentukan Ukuran dan perkiraan Luas Studio
Untuk menampung semua personel (kru) yang bekerja, bintang tamu dsb maka perlu
diperhitungkan :
a.Luas Ruangan dalam skala Kecil
b.Luas Ruangan dalam skala Menengah
c.Luas Ruangan dalam skala Besar

C.Memperhatikan bentuk dan type produksi yang akan ditayangkan
a.Apakah berbentuk Rekaman dari production House
b.Atau Siaran langsung (Live) yang juga dibagi dua
1.Siaran Langsung di dalam Ruang Studio
2.Siaran Langsung di Luar Studio (di Lapangan) Streaming

D.Menentukan tingkat Mobilitas serta budget yang akan dialokasikan untuk pengadaan peralatan.

E.Menentukan tingkat Kualitas Efek animasi pengolahan gambar dan audio yang akan disajikan yang tentunya dengan perhitungan biaya pengadaan cumputer grafis, pengolah audio atau mixer dll

2.Aspek/Segi Penyiaran

Pertimbangan yang harus diperhatikan antara lain:

a. Menentukan type siaran apakah live atau rekaman dari prod house
b. Apakah kegiatannya menyiarkan saja dengan bahan yang sudah siap dari luar atau juga
meliputi proses pembuatan (produksi)
c. Kemungkinan akan adanya Editing atau pengolahan kembali bahan yang diterima dari pihak
luar atau menyerahkan sepenuhnya ke production house.
d. Apakah kegiatan produksi terbatas yang hanya meliputi penyampaian berita (News) atau
semacam konser kecil, talksaw .
e. Estimasi waktu siaran atau jumlah jam yang akan digunakan
f. Apakah siaran dari dalam studio saja atau memungkinkan juga dari luar
g. Apakah siaran akan dilaksanakan dengan bantuan operator yang memantau terus menerus
atau dengan sistem otomatis yang sudah diprogram.
h. Lokasi pemancar dengan studio apakah berdekatan atau tidak
i. Berapa banyak reporter lapangan (ini akan berkaitan dengan jumlah kamera yang perlu
disediakan)
j. Jumlah dan Lokasi Pemancar.
k.Jika ada pemancara Relay


3.Aspek/Segi Penyiaran

Untuk melaksanakan kegiatan produksi ataupun penyiaran dibutuhkan peralatan peralatan tekniklainnya sebagai pendukung kelancara produksi, orang yang menagani ini biasanya disebut Team teknik umum atau teknik prasarana.

Adapun Peralatan teknik umum yang dibutuhkan antara lain:
- Genset Pembangkit daya listrik dan diesel, kalau bisa disiapkan juga Acumulator sebagai
cadangan daya.
- Pendingin Ruang atau Air Conditioning
- Peralatan komunikasi (Bisa radio, HP atau handy talkie)
- Perangkat Komputer
- Peralatan pembuatan dekorasi atau konstruksi misal untuk merekayasa studio.
- Alat transportasi dan lain-lain.

yang terpenting dalam pengadaan peralatan teknik umum ini ialah harus mampu untuk mendukung kegiatan proses produksi serta penyiaran secara Efekti dan Efisien.


MENDESAIN SYSTEM PERALATAN

Adapun Persyaratan umum yang perlu diperhatikan dalam mendesain system peralatan, baik
peralatan produksi, penyiaran maupun teknik umum antara lain:

a.Memenuhi persyaratan internasional dan nasional setidaknya dengan sertifikasi produk;
b.Adanya jaminan kontinuitas dalam penyediaan ataupun dukungan suku cadang (sekitar 10
thn) serta layanan purna jual.
c.Mempunyai daya tahan (reliability) yang tinggi.
d.Kemudahan dalam mendapatkan suku cadang;
e.Praktis dalam hal pengoperasian serta pemeliharaan peralatan
f.Kemudahan dalam pengintegrasiannya dengan sistem peralatan lainnya misalnya standar
soket, jenis catu daya.

Hal hal lain yang juga patut dipertimbangkan:

a.Banayknya pengguna (populasi) yang memakai peralatan serupa secara internasional
maupun nasional
b.Mempertimbangkan Lokasi keagenan di kota atau negara terdekat
c.Berdasarkan Pengalaman pengguna yang pernah memakai sebelumnya
d.Mempertimbangkan Peralatan yang digunakan oleh kompetitor
e.Kemampuan SDM yang mungkin dapat disediakan terutama dalam handling harian
f.Mengorder sesuai kebutuhan (Tidak berlebihan)
g.Kemudahan dalam pengembangan sistem peralatan di kemudian hari (up grading) sejalan
dengan peningkatan kebutuhan (Misal Upgrade daya)


Membuat Skema penggunaan

Berdasarkan kebutuhan yang sudah ditetapkan dan disusun berdasarkan listing penggunaan kemudian membuat gambar diagram yang meliputi:

A. Peralatan Produksi

a.Camera system (studio camera dan eng/efp camera)
b.Video system
c.Audio system
d.Editing (and dubbing) system
e.VCR system
f.Lighting system
g.Master control
h.Production control
i.Commucation system
j.Mobile production unit
k.Maintenance equipment dan lain-lain.

B. Peralatan penyiaran

a.Sending vcr system
b.Continuity studio equipment
c.Camera system
d .Audio system
e.Video system
f.Lighting system
g.Master control ( sharing dengan produksi)
h.Peralatan transmisi :
h1. pemancar
h2. Microwave link
h3. Up & down link

C. Peralatan pendukung/ Teknik Umum

a.Pembangkit daya listrik:
b.Stationary (pln, generator sets)
c.Mobile/protable:
c1. Mobile generator sets sebagai kelengkapan mobile production unit;
c2. small silent generator set.
d.Alat pendingin (ac) untuk studio dan ruang peralatan
e.Alat komunikasi
f.Stationary
g.Protable: handy talky, mobile phone.
h.Komputer (it) untuk komputer grafis.
i.Mobil untuk transportasi tim produksi dan penyiaran serta reporter
j.Mobil untuk transportasi peralatan pendukung siaran luar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More